Seorang teman pernah berkeinginan agar ia dapat melahirkan pada tanggal 6 Juni 2006 atau hari ini. Maksudnya supaya tanggal lahir si bayi unik karena kalau ditulis dalam angka, tanggal tersebut akan berbunyi ”06-06-06” atau cukup ”060606”. Sayangnya cita-cita teman saya itu tidak kesampaian karena ia harus melahirkan lebih awal demi kesehatan dirinya dan diri sang bayi.
Beberapa bulan yang lalu sempat juga terpikir, lucu juga ya kalau bisa menikah pada tanggal tersebut. Tapi kemungkinan besar bukan saya saja yang punya pikiran demikian. Tadi siang di televisi saya lihat ada pasangan yang memang merencanakan menikah hari ini. Cheers for them, kalau begitu.
Hanya saja keunikan ”060606” ini agak tercemar dengan hoax yang memberitakan bahwa menurut agama/kepercayaan tertentu, pada tanggal ini akan lahir anak setan. Gara-garanya angka 666 dipercaya sebagai perlambang setan. Saya tidak tahu berapa banyak yang mempercayai hal ini. Tapi di tengah dunia yang makin mengedepankan logika, hal-hal yang berbau superstisi dan di luar jangkauan akal masih saja digemari banyak orang, bahkan mereka yang mengaku dirinya atheis.
Dalam agama saya, memang diakui ada hal-hal yang tidak terjangkau oleh alam pikiran manusia karena Sang Pencipta tidak memberikan akses kepada kita untuk mengetahui langsung hal tersebut. Tapi jika kita kemudian terlalu mempercayai sesuatu yang kita tidak ada ilmunya untuk itu dan akhirnya malah mengganggu jalan hidup kita, apakah sesuatu itu perlu kita percaya?
Misalnya saja, ada teman yang langsung takut untuk ikut penerbangan maskapai tertentu karena Mama Lorenz (bagi Anda yang tidak tahu, beliau adalah seorang cenayang atau psychic kalau orang sono bilang) meramalkan pesawat maskapai tersebut termasuk dalam beberapa pesawat yang akan mengalami kecelakaan tahun ini. Buat saya, langsung percaya begitu saja bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Kita bisa mencari tahu terlebih dahulu apakah pesawat-pesawat milik maskapai tersebut memiliki safety yang mencukupi.
Jika berdasarkan pencarian kita ternyata pesawat-pesawat tersebut memang laik terbang, tapi kenyataannya tetap terjadi kecelakaan, saya hanya meyakini bahwa hal itu bukan sesuatu yang bisa diprediksi jauh-jauh hari sebelumnya, tapi memang sudah seharusnya terjadi karena kehendak-Nya. Live the fact. Toh kita semua pada akhirnya akan mati.
Tuesday, June 06, 2006
060606
Cucian Deh
Melihat posting terakhir saya tertanggal 5 Januari 2006, hm, berarti lama juga saya tidak berinteraksi dengan blog saya 'tercinta' (tercinta kok dianggurin?) ini. Selama bulan-bulan yang telah berlalu saya sedang sering menggunakan Internet semata untuk mengecek email saja dan sedikit jalan-jalan di google untuk mencari beberapa info terkait dengan pekerjaan. Sempat terlintas dalam hati niatan untuk membuat tulisan untuk di-posting di blog, tapi "niat tinggal niat, mau ngeblog hanya mimpi...."*
Karena itu, kepada blog saya ini, dengan penuh takzim saya ingin mengatakan, "Cucian deh loe, udah dianggurin mulu." ^_^
*Ide untuk frase "tapi niat tinggal niat..." di sini berasal dari lagu Yuni Shara yang berjudul Dingin. Mungkin di antara Anda kebanyakan bertanya, "Lagu yang mana ya?" Tapi kalau baca cuplikan refrain lagu tersebut berikut ini, Anda pasti ingat.
"tapi janji tinggal janji... bulan madu hanya mimpi..."
Saya yakin Anda langsung mengerti lagu yang saya maksud.
Tidak?
Ah, jangan pura-pura. Saya tahu, Anda sampai sekarang paling tidak sudah tiga kali ikut pemilu. ;)
Thursday, January 05, 2006
Miss you...
Gosh, been so long not writing on this blog of mine.
Miss you... my blog.
And of course, miss you all, my dearest friends, wherever you are.
-in one of those 'stranded being in the office' times-
Miss you... my blog.
And of course, miss you all, my dearest friends, wherever you are.
-in one of those 'stranded being in the office' times-
Saturday, November 19, 2005
SMS Lebaran
Singkat tapi berkesan. Begitulah SMS lebaran.
Berikut beberapa SMS lebaran unik/lucu yang saya terima tahun ini.
#1
Mang Diran beli ikan patin.
Met lebaran maaf lahir batin.
#2
Awan…
Melati…
Salju…
Susu…
Kapas…
Vanila…
Hati kita semoga seputih itu…
Minal aidin wal faidzin, maaf lahir & batin…
#3
Ma’ap…
Bukannya saya mau ngganggu.
Ma’ap…
Bukannya saya mau ikut-ikutan juga.
Tapi ma’ap…
Saya bener-bener mau minta ma’ap…
Kan Idul Fitri…
Ma’ap… lahir batin ya.
#4
Dear friend,
if Jennifer Anniston can forgive Brad Pitt,
or Nia Daniaty can forgive Farhat…
Why can’t you?
#5
Beli es di warung Bu Rima.
Taruh di piring santap bersama.
SMS (lebaran) sudah saya terima.
Teriring pula maksud yang sama.
#6
Barangsiapa minta maaf lewat sms,
maka ia akan disiksa di hari pembayaran pulsa.
Mohon maaf tidak kirim parsel karena dilarang KPK.
Mohon maaf atas segala kekhilafan.
#7
Hati kadang tak sebening XL,
tak secerah MENTARI.
FREN, aku mohon SIMPATI-mu
untuk BEBAS-kan aku dari sgala dosa.
Mohon ma’afkan lahir dan batin ya.
#8
Dhahar kupat kuahipun santen.
Menawi wonten lepat nyuwun pangapunten.
Selamat hari raya Idul Fitri 1426 H,
mohon maaf lahir & batin.
#9
Ambil galah metik rambutan.
Kalo ada salah kata n perbuatan mohon dimaafkan.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Taqabbal yaa kariim…
#10
Songo papat, limo enem.
Menawi lepat, nyuwun pangapunten.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
#11
Assalamualaikum.
Gue tau elu semue punye saleh ame gue.
Tapi gue ndiri juga banyak salehnye ame elu pade.
Jadi gimane kalo kite salin maafin.
Afdol ye…
Wassalam.
#12
Seiring gemuruh takbir,
jagad raya bertasbih.
Desir angin kemenangan berhembus
tuk sampaikan maaf atas segala dosa dan khilaf yang tertoreh.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
#13
Sebening & sesejuk air wudhu, sesuci Al Quran,
semerdu alunan zikir, seindah sholat 5 waktu.
Mohon maaf lahir batin.
Semoga silaturahmi selalu di hati.
Selamat Idul Fitri 1426 H.
#14
(>-<)
(‘o’, )
(,)”)”)
Can I stay here in your “Inbox”
& wait ‘till Idul Fitri,
so I’ll be the first to greet you
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Mohon maaf lahir & batin.
#15
Sebelum Ramadhan usai,
Sebelum Idul Fitri tiba,
Sebelum sinyal hilang,
Sebelum operator sibuk,
Sebelum SMS pending,
“Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin”.
Thanks to Iggi, Nanang, Slamet Wibowo, Yaya, Mila Novita, Bimo Hasnan, Adhi Setyo, Carlita, Rini Yulius, Indri, Kokko, Umar Abdullah, Wahyu, Lala, & Sandra.
Berikut beberapa SMS lebaran unik/lucu yang saya terima tahun ini.
#1
Mang Diran beli ikan patin.
Met lebaran maaf lahir batin.
#2
Awan…
Melati…
Salju…
Susu…
Kapas…
Vanila…
Hati kita semoga seputih itu…
Minal aidin wal faidzin, maaf lahir & batin…
#3
Ma’ap…
Bukannya saya mau ngganggu.
Ma’ap…
Bukannya saya mau ikut-ikutan juga.
Tapi ma’ap…
Saya bener-bener mau minta ma’ap…
Kan Idul Fitri…
Ma’ap… lahir batin ya.
#4
Dear friend,
if Jennifer Anniston can forgive Brad Pitt,
or Nia Daniaty can forgive Farhat…
Why can’t you?
#5
Beli es di warung Bu Rima.
Taruh di piring santap bersama.
SMS (lebaran) sudah saya terima.
Teriring pula maksud yang sama.
#6
Barangsiapa minta maaf lewat sms,
maka ia akan disiksa di hari pembayaran pulsa.
Mohon maaf tidak kirim parsel karena dilarang KPK.
Mohon maaf atas segala kekhilafan.
#7
Hati kadang tak sebening XL,
tak secerah MENTARI.
FREN, aku mohon SIMPATI-mu
untuk BEBAS-kan aku dari sgala dosa.
Mohon ma’afkan lahir dan batin ya.
#8
Dhahar kupat kuahipun santen.
Menawi wonten lepat nyuwun pangapunten.
Selamat hari raya Idul Fitri 1426 H,
mohon maaf lahir & batin.
#9
Ambil galah metik rambutan.
Kalo ada salah kata n perbuatan mohon dimaafkan.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Taqabbal yaa kariim…
#10
Songo papat, limo enem.
Menawi lepat, nyuwun pangapunten.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
#11
Assalamualaikum.
Gue tau elu semue punye saleh ame gue.
Tapi gue ndiri juga banyak salehnye ame elu pade.
Jadi gimane kalo kite salin maafin.
Afdol ye…
Wassalam.
#12
Seiring gemuruh takbir,
jagad raya bertasbih.
Desir angin kemenangan berhembus
tuk sampaikan maaf atas segala dosa dan khilaf yang tertoreh.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
#13
Sebening & sesejuk air wudhu, sesuci Al Quran,
semerdu alunan zikir, seindah sholat 5 waktu.
Mohon maaf lahir batin.
Semoga silaturahmi selalu di hati.
Selamat Idul Fitri 1426 H.
#14
(>-<)
(‘o’, )
(,)”)”)
Can I stay here in your “Inbox”
& wait ‘till Idul Fitri,
so I’ll be the first to greet you
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Mohon maaf lahir & batin.
#15
Sebelum Ramadhan usai,
Sebelum Idul Fitri tiba,
Sebelum sinyal hilang,
Sebelum operator sibuk,
Sebelum SMS pending,
“Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin”.
Thanks to Iggi, Nanang, Slamet Wibowo, Yaya, Mila Novita, Bimo Hasnan, Adhi Setyo, Carlita, Rini Yulius, Indri, Kokko, Umar Abdullah, Wahyu, Lala, & Sandra.
Friday, November 11, 2005
Rindu!
Assalaamu'alaykum...
Halah halah, udah bulan Syawal aja ya? Artinya selama Ramadhan kemarin saya nggak update blog ini sama sekali. Ck ck ck. Ke mane aje loe Met? Sebenarnya sih kesibukan ya rumah-kantor-kampus aja. Mestinya bisa disempatkan menulis. Tapi setiap kali kepingin bikin posting, dorongan untuk mengerjakan hal lain lebih riuh mengetuk hati. Jadilah baru sekarang saya menulis lagi.
Kepada teman-teman sesama muslim, saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Selamat menggapai hari kemenangan setelah sebulan melaksanakan ibadah shaum Ramadhan sebagaimana diperintahkan Allah SWT kepada orang-orang beriman. Semoga seluruh rangkaian amal ibadah kita pada bulan tersebut diterima Allah dan semoga pula Allah mengampuni segala dosa kita sehingga kita kembali fitri. Amiin.
Alhamdulillah, rasanya Ramadhan tahun ini bagi saya lebih baik dibanding tahun lalu. Meski ritme pekerjaan kantor cenderung tak berubah (lembur tetap jalan, euy!), suasana khidmat Ramadhan entah kenapa lebih terasa di hati, sehingga ketika Ramadhan berakhir, ada perasaan duka menyelinap di jiwa. Mungkin gema Ramadhan yang membahana di televisi, radio, dan berbagai media lainnya dalam bentuk syiar dakwah para ustadz yang lebih gencar; adzan lima waktu yang biasanya dilewatkan begitu saja kini terdengar merdu di telinga; suara Dian Sastrowardoyo di radio kesukaan saya membacakan tulisan Mbak Neno Warisman membawa pikiran saya sejenak melihat ke dalam diri; atau nasyid yang di luar Ramadhan tak pernah terdengar, selama Ramadhan sering teralun merdu. Belum lagi berkumpulnya keluarga ketika makan sahur dan terkadang pada saat berbuka. Semuanya meski terlihat sebagai hal-hal kecil tapi mungkin merupakan hal-hal utama yang menambah kekhusyukan jiwa menyelami makna dan manfaat Ramadhan.
Lebih jauh lagi, Ramadhan tahun ini rasanya saya bisa sedikit lebih baik dalam meningkatkan ilmu sabar saya. Tahun-tahun belakangan memang banyak cobaan dan ujian membayangi hidup saya. Tak pelik-pelik amat, memang, tapi toh tetap dibutuhkan banyak kadar kesabaran untuk menghadapinya. Dengan shaum Ramadhan, jiwa ini seperti diingatkan kembali untuk selalu berserah diri pada Sang Ilahi Rabbi. Yah, ke mana lagi kita meminta kalau tidak kepada Yang Maha Menguasai atas segala sesuatu? Ibadah tarawih di penghujung malam turut menguatkan ikhtiar hati. Tetes air mata ketika bersujud pun termaknai sebagai wujud upaya ikhlas hati atas perjalanan hidup yang telah tergaris.
Allahu Rabbi, baru saja berpisah dengan Ramadhan, telah rindu pula saya untuk menyambutnya lagi! Ah, tak salah bila banyak yang berharap Ramadhan hadir sepanjang tahun. Moga Allah sudi memanjangkan usia kita agar kita dapat bertemu dengan Ramadhan tahun depan. Amiin.
To All: For all my mistakes and wrongdoings, please kindly forgive. Thank you!
Halah halah, udah bulan Syawal aja ya? Artinya selama Ramadhan kemarin saya nggak update blog ini sama sekali. Ck ck ck. Ke mane aje loe Met? Sebenarnya sih kesibukan ya rumah-kantor-kampus aja. Mestinya bisa disempatkan menulis. Tapi setiap kali kepingin bikin posting, dorongan untuk mengerjakan hal lain lebih riuh mengetuk hati. Jadilah baru sekarang saya menulis lagi.
Kepada teman-teman sesama muslim, saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Selamat menggapai hari kemenangan setelah sebulan melaksanakan ibadah shaum Ramadhan sebagaimana diperintahkan Allah SWT kepada orang-orang beriman. Semoga seluruh rangkaian amal ibadah kita pada bulan tersebut diterima Allah dan semoga pula Allah mengampuni segala dosa kita sehingga kita kembali fitri. Amiin.
Alhamdulillah, rasanya Ramadhan tahun ini bagi saya lebih baik dibanding tahun lalu. Meski ritme pekerjaan kantor cenderung tak berubah (lembur tetap jalan, euy!), suasana khidmat Ramadhan entah kenapa lebih terasa di hati, sehingga ketika Ramadhan berakhir, ada perasaan duka menyelinap di jiwa. Mungkin gema Ramadhan yang membahana di televisi, radio, dan berbagai media lainnya dalam bentuk syiar dakwah para ustadz yang lebih gencar; adzan lima waktu yang biasanya dilewatkan begitu saja kini terdengar merdu di telinga; suara Dian Sastrowardoyo di radio kesukaan saya membacakan tulisan Mbak Neno Warisman membawa pikiran saya sejenak melihat ke dalam diri; atau nasyid yang di luar Ramadhan tak pernah terdengar, selama Ramadhan sering teralun merdu. Belum lagi berkumpulnya keluarga ketika makan sahur dan terkadang pada saat berbuka. Semuanya meski terlihat sebagai hal-hal kecil tapi mungkin merupakan hal-hal utama yang menambah kekhusyukan jiwa menyelami makna dan manfaat Ramadhan.
Lebih jauh lagi, Ramadhan tahun ini rasanya saya bisa sedikit lebih baik dalam meningkatkan ilmu sabar saya. Tahun-tahun belakangan memang banyak cobaan dan ujian membayangi hidup saya. Tak pelik-pelik amat, memang, tapi toh tetap dibutuhkan banyak kadar kesabaran untuk menghadapinya. Dengan shaum Ramadhan, jiwa ini seperti diingatkan kembali untuk selalu berserah diri pada Sang Ilahi Rabbi. Yah, ke mana lagi kita meminta kalau tidak kepada Yang Maha Menguasai atas segala sesuatu? Ibadah tarawih di penghujung malam turut menguatkan ikhtiar hati. Tetes air mata ketika bersujud pun termaknai sebagai wujud upaya ikhlas hati atas perjalanan hidup yang telah tergaris.
Allahu Rabbi, baru saja berpisah dengan Ramadhan, telah rindu pula saya untuk menyambutnya lagi! Ah, tak salah bila banyak yang berharap Ramadhan hadir sepanjang tahun. Moga Allah sudi memanjangkan usia kita agar kita dapat bertemu dengan Ramadhan tahun depan. Amiin.
To All: For all my mistakes and wrongdoings, please kindly forgive. Thank you!
Subscribe to:
Comments (Atom)