Tuesday, October 12, 2004

Ramadhan 3 Hari Lagi!

Dari sekitar dua minggu lalu, gembar-gembor mengenai datangnya bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia sudah mulai ramai. Iklan acara televisi untuk penayangan selama masa Ramadhan sering 'berkeliaran' di layar kaca kita. Banyak orang jadi mulai tersiapkan secara mental - paling tidak mengingat-ingat atau mencari tahu tanggal berapa shaum Ramadhan dimulai (ya tanggal 1 Ramadhan dong, kok bingung sih? ^_^)

Di tempat saya bekerja sekarang, si bos minta pekerjaan-pekerjaan yang penting diselesaikan sebelum Ramadhan dimulai. Alasannya, pada saat Ramadhan fokus orang adalah pada ibadah. Ah, tapi kemudian bos saya mengedipkan matanya, karena maksudnya fokus kebanyakan orang di bulan Ramadhan adalah "Jam berapa adzan maghrib hari ini?".

Saya sebenarnya nggak suka kalau Ramadhan dijadikan alasan buat menurunkan produktivitas bekerja kita. Malah dengan berpuasa kita jadi bisa lebih berkonsentrasi pada pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan kita, dan bukan pada "Siang ini kita lunch di mana ya?"

Tapi saya nggak munafik juga sih. Di tempat saya dulu bekerja, sering kali saya harus menahan kantuk, sementara bos ada di meja sebelah (maklum, di divisi saya, atasan dan bawahan bekerja di satu meja yang sama, yaitu sebuah meja yang panjanggg macam meja untuk jamuan makan). Biasanya jam 10 'momen-momen kritis' saya sudah dimulai. Sebenarnya jadwal tersebut berlaku juga untuk hari-hari di luar Ramadhan, tapi setidaknya pada saat itu ada secangkir kopi susu yang bisa diteguk untuk membuka mata ini. Sedang di bulan Ramadhan, it's impossible - tentu saja kecuali jika saya sedang 'berhalangan', hehehe.

Jadi apa yang saya lakukan? Yah, kalau sudah tidak dapat ditahan lagi, saya kabur saja ke toilet dan cuci muka. Atau buka-buka e-mail untuk mengalihkan perhatian ke hal-hal yang bisa bikin kepala ringan lagi. Atau sholat Dhuha. Tapi pernah sekali saya benar-benar mengantuk. Waktu itu saya berhasil bertahan membuka mata sampai waktu Dzuhur, meskipun itu harus melalui perjuangan yang amat sangat keras.

Begitu selesai sholat Dzuhur, saya sudah tidak tahan lagi. Kebetulan sholat Dzuhur di kantor saya waktu itu dilakukan di ruang rapat. Saat duduk berdzikir, saya melihat ada kolong di meja di sudut ruangan yang sepertinya pas untuk ... bersembunyi dan tidur. Daripada melalui jam-jam mendatang penuh dengan siksaan kantuk, maka saya memutuskan untuk menggelar sajadah saya di kolong meja tersebut dan berbaring lalu tidur.

Berhubung ngantuk sekali, ya tidak perlu waktu lama-lama buat saya untuk dapat terlelap. Sempat saya terbangun dan mendapati ada teman kantor yang sholat, tapi saya pura-pura tidak tahu teman saya itu tahu dan melanjutkan tidur saya. Ketika terbangun, badan saya pun segar kembali.

Entahlah. Sejak bekerja, rasanya toleransi tubuh saya untuk begadang makin berkurang. Kalau waktu tidur berkurang, harus digantikan. Kalau perlu waktu penggantiannya lebih lama, hehehe. Beginilah tanda-tanda penuaan...

By the way, selamat menunaikan ibadah shaum bagi teman-teman sekalian yang muslim. Mohon maafnya ya jika selama ini saya ada salah-salah. Semoga maaf yang teman-teman berikan bisa membuat saya memulai shaum Ramadhan tahun ini dalam kondisi yang 'suci'.

Selamat bershaum!

3 comments:

Anonymous said...

semoga romadhon kali ini mampu menciptakan diri kita yang lebih baik dari saat ini...amin.

luv
*)Iin

Ninit said...

mohon maaf lahir batin ya metty... maafin kalo ada salah2 kata yaaa...

Diarmila Sutedja said...

Metty, met puasa ya! Gue pas hari Minggu kemarin pulang siaran di jalan nguaaantuuuuk banget padahal lagi nyetir. :) Untung jalanan kosong jd bisa ngebut hehehe..Maafin kalo ada salah ya, dan selamat berpuasa! :)