Wednesday, September 08, 2004

Minggu Tenang

Dari namanya, minggu tenang mestinya jadi suatu pekan di mana kita bisa menenangkan dan menyiapkan diri untuk sesuatu. 'Sesuatu' tersebut lazim berupa ujian semester/cawu bagi mereka yang masih kuliah/bersekolah. Tapi tentu saja, buat kebanyakan orang - atau setidaknya saya - istilah tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak istilah dalam bahasa Indonesia yang penampilannya lebih 'wah' dibanding kenyataannya.


Bagi saya pribadi, minggu tenang mestinya dinamakan 'minggu panik' atau 'minggu rusuh' karena itulah masa di mana saya akan pontang-panting cari fotokopian bahan kuliah yang saya belum miliki, begadang untuk menyelesaikan tugas, membolak-balik halaman buku teks kuliah sambil terkantuk-kantuk untuk menghitung berapa bab atau berapa halaman lagi yang harus saya baca, mencari teman yang bisa dijadikan mentor atau belajar bersama agar saya bisa lebih cepat 'menghisap' berbagai teori yang menghiasi halaman-halaman dalam buku teks kuliah, dan tentu saja, masa di mana tiada hari tanpa kopi. Dan bukan saya (baca: mahasiswa) saja yang panik. Para pengajar yang punya 'hutang' pertemuan kuliah beramai-ramai melunasi hutang tersebut pada minggu tenang tanpa tenggang rasa terhadap kepanikan mahasiswanya dan tanpa mempedulikan aturan kampus yang sebenarnya melarang penggunaan minggu tenang untuk kuliah.


Oh well. Minggu ini saya tengah berada dalam periode itu lagi. Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan membuat saya kini tengah 'kejar tayang' urusan tesis. Saya ingin merutuki diri saya sendiri tapi sepertinya lebih baik saya mulai mengerjakan tesis saya daripada terus-terusan menyesali kejadian yang telah berlalu. Beberapa kesenangan seperti membaca e-mail dan berkunjung ke halaman friendster serta blog kawan menjadi hal yang terlalu mewah untuk dikerjakan, padahal saya ingin sekali melakukannya. Melalui tulisan ini saya ingin menyapa kawan-kawan. Semoga tulisan ini bisa menjadi apologia dan pelipur rasa rindu saya pada kalian semua. Hope to see you all soon!

3 comments:

Diarmila Sutedja said...

Keberhasilan harus melalui perjuangan... sukses ya Met...!!! :) You can do it!!!!

Luigi said...

Bersabarlah..sesungguhnya perjuangan-mu itu masih lebih enteng ketimbang nanti (kelak) ditugasin ke Liberia atau Sudan, yang notabene nggak ada air...salam hangat & Peace greetings dari Liberia, West Africa! (Air dirumah udah lancar kembali!):)

metty said...

duh, terima kasih ibu, bapak; terima kasih udh membesarkan hati saya dan memberi saya dukungan! setuju mbak mil, setiap keberhasilan memang butuh perjuangan. tapi itu dia kang luigi, perjuangan 'melawan' diri sendiri memang super susah ya?! tp memang, air harus terjamin sebelum kita berjuang melawan diri sendiri :) i'm happy to hear your news. mdh2an di hari2 ke depan pasokan air tetap (dan semakin) lancar!